MacOS Big Sur, Intip Perubahan Besarnya!

MacOS Big Sur, Intip Perubahan Besarnya!

macos big sur

Tampilan macOS Big Sur yang baru saja diperkenalkan. (Doc. Apple)

MacOS Big Sur, versi macOS terbaru yang baru saja dikenalkan Apple. Mengikuti versi sebelumnya yang memakai nama lanskap alam California.

Apple membawa perubahan yang cukup besar untuk sistem operasi ini, baik dari segi tampilan antarmuka hingga aplikasi kunci. Dikutip dari GSM Arena, Selasa (23/6/2020).

Perubahan yang dihadirkan di macOS Big Sur digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar setelah sebelumnya perusahaan melakukan hal tersebut di Mac OS X.

Pada macOS Big Sur, Apple membawakan perubahan meliputi skema warna, efek transparan, menu bar, tampilan dock baru, desain sudut yang dibuat lebih membulat, hingga ikon aplikasi baru.

Jarak antar tombol kini dibuat lebih lapang, Perubahan juga terdapat pada tampilan slidercheckboxes, suara notifikasi, termasuk sejumlah simbol.

Dilengkap dengan Control Center, macOS Big Sur menjadi terasa mirip dengan iOS. Ada pula Notification Center dan widget yang mirip dengan iOS 14.

Sejumlah aplikasi, seperti Safari, Message, hingga Maps, dilakukan peningkatan. Rencananya, macOS Big Sur akan rilis menjelang akhir tahun ini.

Versi terbaru ini akan mendukung MacBook, MacBook Air, MacBook Pro, Mac Mini, iMac, Mac Pro dan iMac Pro. Sementara itu,  versi betanya akan rilis pada bulan depan.

Peningkatan Kasus Covid-19 Paksa Apple Store di AS Kembali Tutup

Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay

Berbeda dari informasi pengumuman macOS Big Sur, laporan terbaru menyebut karena peningkatan kasus Covid-19, sejumlah Apple Store di AS terpaksa kembali tutup.

Lokasi mereka antara lain adalah,  di Florida, Arizona, South Carolina, dan North Carolina. Mengutip Reuters, Senin (22/6/2020),

Akhir Mei lalu perusahaan telah berencana untuk membuka sekitar 100 Apple Store karena kebijakan lockdown di AS pada saat itu mulai mereda.

Namun di sisi lain, , Kepala Ritel di Apple, Deirdre O’Brien menyebutkan, dalam sebuah surat pada bulan Mei lalu mengatakan keputusan untuk kembali menutup Apple Store mungkin akan diambil dengan merujuk pada data yang diperlukan.

O’Brien mengatakan, “Ini bukan keputusan tergesa-gesa. Pembukaan toko sama sekali tidak berarti bahwa kami tidak akan mengambil langkah pencegahan untuk menutupnya lagi, jika memang diperlukan,”

Apple Raup Rp 7.353 Triliun dari Penjualan di App Store pada 2019

Apple sebelumnya telah mengumumkan hasil studi perusahaan konsultan ekonomi. Analysis Group menyebut App Store menghasilkan pemasukan USD 519 miliar (setara Rp 7.353 triliun).

Angka tersebut didapatkan dari total billing, penjualan produk, dan layanan fisik serta barang digital yang terjual lewat App Store pada 2019. Mengutip The Verge, Rabu (17/6/2020)

Apple mengatakan, “hanya” USD 61 miliar yang didapatkan dari jumlah tersebut, merupakan barang digital, . Termasuk di dalamnya kategori gim mobile, in-app purchase (pembelian dalam aplikasi), penjualan unit aplikasi berbayar dan sejumlah langganan.

Pemasukan tersebut bukanlah keseluruhan yang didapatkan dari billing App Store. Hal ini berdasaarkan study tersebut.

Mereka menghitung sejumlah item seperti langganan video streaming yang bisa dibeli di tempat lain tetapi konsumsi medianya dilakukan di perangkat iOS. Ujar  Analysis Group.

Kemudian, ada pula layanan aplikasi milik Apple yang dipakai para karyawannya (produk B2B) dibeli oleh perusahaan besar.

Kontribusi pendapatan lainnya yang paling banyak didapatkan dari gim mobile, dengan total pendapatan iklan dari App Store ada USD 45 miliar, berasal dari iklan di dalam aplikasi.


Service iPhone dengan mudah dan tepat hanya di Wefixit!

Tags:

Wefixit
Register New Account
Reset Password
WhatsApp chat